Mahasiswa Kelautan Berperan dalam Asta Cita Maritim
Narasumber dialog akhir tahun ISLA Unhas, Sabtu 6/12, di Jakarta.Dari kiri Darwis Ismail, Kris R Mada, Ady Chandra, Lukijanto, dan moderator Andi Nurjaya Nurdin.
JAKARTA, TERAS BERITA, COM---- Dalam rangka mewujudkan visi dan program Asta Cita bidang kemaritiman yang diusung pemerintah Presiden Prabowo Subianto, maka peran dan keterlibatan mahasiswa ilmu kelautan harus diupayakan secara optimal.
Hal tersebut disuarakan Kris R Mada, deputy editor Harian Kompas yang menjadi pemateri pada acara dialog akhir tahun yang digelar oleh Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Universitas Hasanuddin, Sabtu (6/12/2025) pagi di Boska Coffee, Jakarta Selatan. Pemateri lainnya, Dr.Lukijanto ST,M.Sc (Asdep Infrastruktur Umum dan Solusi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah) dan Dr.Ady Chandra, S.Pi,M.Si (Direktur Kepelabuhanan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan).
Dalam dialog bertema “Arah Pembangunan Kelautan di Tangan Kabinet Prabowo Gibran” yang dimoderatori Andi Nurjaya Nurdin itu, Kris Mada mengungkapkan beberapa fakta program Asta Cita maritim yang memungkinkan pemerintah melibatkan peran mahasiswa kelautan.
“Salah satu wujud Asta Cita maritim adalah program 1.000 kapal ikan dari Inggris yang merupakan bagian dari maritime partnership program. Nah, disini menurut saya peran mahasiswa kelautan butuh dioptimalkan,” ujarnya.
Dia melanjutkan, wujud Asta Cita maritim lainnya adalah perundingan perbatasan maritim dengan 10 negara, Naval blockade di perairan Kepulauan Riau-Kepulauan Bangka Belitung, Rudal KHAN di Tenggarong, Akuisisi drone Akinci Turki dan CH-4 China, Akuisisi kapal selam kelas Yuan dan kapal perusak kelas luyang 052D, MOPV Thaon class KRI Brawijaya-320, dan penjajakan akuisisi kapal induk menengah, ITS Garibald.
Secara umum kedaulatan maritim memiliki tiga poin penting dan strategis. Yakni pertama memperkuat kedaulatan, ketahanan, dan keamanan maritim Indonesia melalui diplomasi maritim aktif dan menjaga keamanan lingkungan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Kedua, pemberdayaan Masyarakat yang meliputi meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui program terencana dan partisipatif seperti pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Dan ketiga, inovasi dan teknologi yang mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan, misalnya melalui pelatihan dan penggunaan platform digital untuk pengembangan kompetensi ASN.
Sementara Ketua Ikatan Sarjana (ISLA) Universitas Hasanuddin (Unhas), Darwis Ismail menyambut positif pelibatan mahasiswa kelautan dalam program Asta Cita maritim. Saat ini menurutnya, sekitar lebih 3.000-an alumni kelautan Unhas yang tersebar di berbagai profesi dan instansi, baik pemerintah maupun swasta.
“Kedepan ISLA Unhas akan memaksimalkan potensi dan jaringan alumni tersebut untuk memberikan ide dan gagasan besar demi memajukan sektor kelautan Indonesia,” katanya. (***)
Berita Serupa yang Mungkin Anda Suka
-
Gowa Raih Prestasi, Hj Husniah Talenrang Terima Langsung Penghargaan Perpamsi di IWWEF
JAKARTA, TERAS BERITA , COM---- Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mendapat penghargaan dari Pe...
-
Jusuf Kalla Singgung Ancaman Potensi Bencana Lingkungan Hidup di Pertemuan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se Asia Tenggara
BALI, TERAS BERITA, COM--- Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla atau JK mengajak seluru...
-
Dialog Akhir Tahun ISLA Unhas Soroti Strategi Pengelolaan Pembangunan Sektor Kelautan
JAKARTA, TERAS BERITA, COM---- Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Universitas Hasanuddin menggelar ke...





