RS R  Ismoyo Dukung PPDS Bedah FK Unhalu

18 Juli 2026 00:05:29 Kesehatan
Reporter : rusman madjulekka   |   Editor : Admin   |   Jumlah dibaca: 11
Rumah Sakit (RS) dr.R.Ismoyo mendukung FK Universitas Haluoleo dalam rangka pembentukan PPDS (program pendidikan dokter spesialis) prodi ilmu bedah. Dalam kegiatan itu hadir dari FK Unhalu, RS Bhayangkara, RSUD Abunawas, dan RSUD Bahteramas Kendari.

KENDARI, TERAS BERITA, COM----- Rumah Sakit (RS) dr.R.Ismoyo menjalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Haluoleo dalam rangka pembentukan PPDS (program pendidikan dokter spesialis) prodi ilmu bedah RS dr.R Ismoyo sebagai rumah sakit jejaring, Rabu (15/7) di Kendari, Sulawesi Tenggara.     

Dalam kegiatan kerjasama tersebut hadir dari pihak manajemen RS dr.R.Ismoyo Karumkit Kapten CKM dr. Idul Saputra, S.IP, MH.Kes. Dari FK Universitas Haluoleo Dekan Dr.dr.I Putu Sudayasa M.Kes, Wakil Dekan 2 dr. Ashaeryanto M.Med.Sp.N, Wakil Dekan 3 dan Kaprodi PPDS Bedah Umum dr Muhammad Rustam Sp.OT. Selain itu hadir juga perwakilan dari pihak RS Bhayangkara, RSUD Abunawas, dan RSUD Bahteramas Kendari.

“Kami mendukung pembelajaran prodi tersebut karena RS dr.R Ismoyo akan menjadi RS jejaring dan salah satu rumah sakit pendidikan bagi FK Unhalu di kota Kendari,” kata dr.Idul Saputra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7).  

IMG-20260717-WA0116.jpg

 Apalagi sebelumnya, tambah Idul, pihaknya sudah bekerjasama dengan Fakultas Kedoktern (FK) Unhalu untuk kegiatan coass bedah,obgyn,jiwa,interna. 

PPDS prodi Ilmu Bedah adalah jenjang pendidikan lanjutan bagi dokter umum untuk menjadi Spesialis Bedah (Sp.B). Program ini membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 tahun (8-10 semester), di mana dokter muda akan dilatih menangani operasi dan perawatan pasien secara intensif.

Program ini menjadi tonggak sejarah bagi FK Unhalu dan RS jejaringnya karena kehadirannya menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran serta pelayanan kesehatan di wilayah Kendari dan sekitarnya

PPDS prodi bedah FK Unhalu dirancang untuk mencetak dokter spesialis bedah yang kompeten, profesional, dan beretika tinggi. Kurikulum yang diterapkan mengacu pada standar nasional dan internasional, dengan penekanan pada keterampilan bedah dasar hingga lanjutan. 

Selain itu, peserta program akan dibekali dengan ilmu dan teknologi terkini dalam bidang bedah, termasuk teknik minimal invasif dan manajemen kasus-kasus bedah kompleks. (***)

Nama

Komentar

Berita Serupa yang Mungkin Anda Suka

Berita Terbaru