Pemerintah Diingatkan Tekan Impor Udang untuk Selamatkan Nasib Petambak Udang Nasional

13 Agustus 2026 10:28:23 Nasional
Reporter : rusman madjulekka   |   Editor : Admin   |   Jumlah dibaca: 11
Wakil Ketua Iskindo Darwis Ismail

JAKARTA, TERAS BERITA, COM----- Maraknya udang dari negara lain masuk ke Indonesia dikuatirkan mengancam produksi udang nasional dan rawan berpotensi membawa penyakit yang merugikan Indonesia.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo), Darwis Ismail ST, MM. Ia mengingatkan pemerintah segera mencegah impor udang dari negara lain untuk menyelamatkan produksi udang nasional dari kehancuran.

“Saat ini kondisi usaha udang dalam negeri diambang kehancuran yang membuat para petambak terdampak ikut menjerit. Karena itu pilihan solusinya pemerintah segera mengambil langkah guna menekan jumlah impor udang,” ujar Darwis saat dhubungi di Jakarta, kamis (13/8/2026). 

Ada beberapa pertimbangan, menurut Darwis, yang membuat Indonesia menolak atau keberatan impor udang adalah produk udang dari negeri lain tersebut dipastikan bakal merusak harga pasaran.

Selain itu, lanjutnya, keberadaan produk udang impor juga rawan berpotensi membawa penyakit yang bisa juga akan diikuti dengan sabotase mikrobiologi. 

Kekuatiran Darwis yang juga Ketua Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Universtas Hasanuddin ini didukung data bahwa udang impor yang masuk Indonesia terdeteksi merupakan udang rejec asal Equador yang ditolak di China karena mengandung bahan terlarang. 

“Sehingga kalau di reekspor dan terdeteksi lagi, maka yang dirugikan adalah kita sebagai negeri penerima,” ujarnya.

Secara umum Darwis juga mengungkapkan akibat maraknya impor udang itu ⁠bukan hanya petambak yang terkena dampak tapi juga di hulu (hatchery dan pakan), serta kemudian di hilir ada suplyer dan cold storage juga ikut merasakan dampaknya.

“Saat ini ia diperkirakan jumlah tenaga kerja di sektor pertambakan dan industri udang nasional sebanyak satu juta orang yang akan terdampak baik langsung maupun tidak langsung,” tegas Darwis. (***)

Nama

Komentar

Berita Serupa yang Mungkin Anda Suka

Berita Terbaru