Masalah Pembinaan Sepakbola Usia Muda di Makassar, Dany Soroti Disorientasi dan Infrastruktur Latihan
Dany Irawan(kanan) bersama Jefrie Dien dan Khaerul Agil.
JAKARTA, TERAS BERITA, COM------ Eks pemain PSM Makassar dan Makassar Utama Galatama, Dany Irawan mengaku miris dan menilai pembinaan sepakbola usia muda di Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya masih belum maksimal.
"Harus diakui kita masih tertinggal dari pulau Jawa dalam soal pola pembinaan dan dukungan infrastruktur yang memadai, " ujarnya saat diskusi ringan soal bola, Selasa 15/9, di Jakarta.
Menurut Dany, selama ini permasalahan sepakbola usia muda terletak pada orientasi yang selama ini kebanyakan telah tertanam dalam mindset yaitu menganggap kemenangan merupakan segala-segalanya. Padahal, yang namanya proses adalah jauh lebih penting.
"Yang cukup mendasar dalam permasalahan sepakbola usia muda adalah orientasi. Banyak yang masih menganggap kemenangan dan ilusi juara adalah segala-segalanya.Pemahaman seperti inilah kesalahan besar. Harusnya prosesnya dulu yang diutamakan, "jelas Dany.
Akibat dari orientasi tersebut, lanjutnya, banyak yang salah dalam memilih pemain sehingga melupakan potensi atau aspek pemain itu sendiri ke depannya.
"Karena orientasi mau juara, kita berpikir pragmatis saja dengan cukup pilih pemain yang bagus pada saat itu. Sementara kita cenderung melupakan aspek lain, seperti talenta dan potensi anak-anak yang baru tumbuh. Karena memburu kepentingan sesaat dengan pemain instan tapi tidak memikirkan nasib masa depan anak anak kita."
Yang kedua, menurut Dany soal tata kelola organisasi. Dalam hal ini, peran serta dari pengcab, asprov, SSB dan diknas dinilai masih tumpang tindih.
Akibatnya tidak ada keberlanjutan dan konsistensi pembinaan usia muda yang berjenjang.
Masalah selanjutnya, Dany menyoal tata kelola kompetisi yang selalu bermuara pada juara.Tanpa kita sadari dampaknya memerlukan biaya yang besar, sementara ferkuensi pertandingan hanya sedikit.
Kemudian yang terakhir yang banyak disoroti Dany dan juga pihak lain adalah masalah infrastruktur yang masih menjadi sesuatu yang sangat tidak diperhatikan.
Oleh karena itu Dany mengusulkan solusi untuk mengatasi permasalahan pembinaan usia muda di Makassar dan Sulsel tersebut.
Ia mengajak para pemangku kepentingan (stakeholder) agar mengubah orientasi bahwa proses pembinaan jauh lebih penting dari sekadar juara dan bersamaan dengan itu dilakukan perbaikan infrastruktur dengan memprioritaskan beberapa sarana lapangan latihan yang memenuhi standar. (***)
Berita Serupa yang Mungkin Anda Suka
-
960 Rider Ramaikan Event Beautiful Malino
MALINO, TERAS BERITA, COM--- Sebanyak 960 rider yang tersebar di seluruh Indonesia mengikuti Mali...
-
Luar Biasa, Tapak Suci Gowa Kembali Raih Piala Kemenpora dan Pj Gubernur di Kejurnas Pencak Silat Championship 3 Makassar
MAKASSAR, --- Di penghujung tahun 2024, Tapak Suci Kabupaten Gowa kemba...
-
Tiga Siswa MAN 1 Makassar Ikuti Kejuaraan Pencaksilat Internasional
MAKASSAR, TERAS BERITA, COM------ Sebanyak tiga atlet pelajar dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1...



