AmertaSign Dapat HKI, FT Unismuh Langsung Dukung Penuh

11 September 2026 19:55:16 Pendidikan
Reporter : asa   |   Editor : Admin   |   Jumlah dibaca: 29
Tim PKM-KC AmertaSign fose bersama dosen pembimbing mereka.

MAKASSAR, TERAS BERITA, COM----- Pengembangan AmertaSign, aplikasi penerjemah bahasa isyarat dua arah berbasis kecerdasan buatan karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar, mendapat sertifikat dari Kementerian Hukum, berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI). 

Raihan prestasi diukir oleh Andi Syafiqah Ramadhani Nasrum, selaku ketua tim, dengan anggota Andi Akbar Arya Putra, Muh As’ad Habib, Tiara Nabila Rajab, dan Sri Hasriani, serta didampingi dosen Chyquitha Danuputri, S.Kom., M.Kom, lansung mendapat sokongan dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan tim PKM-KC AmertaSign mengembangkan inovasi teknologi asistif yang ditujukan untuk membantu komunikasi penyandang tunarungu.

Screenshot_20260911_190644_WPS Office.jpg

Seperti diketahui, bahwa AmertaSign dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar melalui Program Kreativitas Mahasiswa skema Karsa Cipta (PKM-KC). 

Dukungan Fakultas Teknik berada dalam lingkungan akademik yang dipimpin oleh Dekan Ir. Muhammad Syafaat S. Kuba, S.T., M.T., bersama Wakil Dekan 1 Dr. Ir. Ar. Hj. Irnawaty Idrus, S.T., M.T., IPM., AIA, Wakil Dekan 2 Dr. Ir. Andi Makbul Syamsuri, ST., MT., IPM, dan Wakil Dekan 3 Soemitro Emin Praja, S.T., M.Si. Pada tingkat program studi, tim juga mendapat dukungan dari Ketua Program Studi Informatika, Rizki Yusliana Bakti, S.T., M.T.

Screenshot_20260911_173540_WPS Office.jpg

Seperti yang diungkapkan, Andi Syafiqah Ramadhani, berbagai tahapan pengembangan dilakukan secara bertahap, mulai dari studi literatur, pengumpulan dan pengolahan dataset BISINDO, perancangan sistem, pembuatan prototipe, pelatihan model kecerdasan buatan, integrasi fitur, hingga uji coba kepada pengguna. Dukungan akademik dan pendampingan turut membantu tim dalam melakukan pengujian dan evaluasi agar fungsi aplikasi dapat terus diperbaiki dan dioptimalkan.

Di mana, AmertaSign mengintegrasikan aplikasi mobile, backend berbasis Python dan FastAPI, basis data PostgreSQL, serta model kecerdasan buatan. Sistem pengenalan isyarat menggunakan MediaPipe Hand Landmarker untuk memperoleh titik-titik landmark tangan yang kemudian diproses menggunakan model yang dikembangkan oleh tim.

Screenshot_20260911_173422_WPS Office.jpg

Sekarang ini, lanjutnya, tim PKM-KC AmertaSign Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan uji coba aplikasi di SLB Negeri 1 Makassar pada Senin, 07 September 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk menguji penggunaan AmertaSign secara langsung di lingkungan pengguna, memperoleh respons terhadap kinerja aplikasi, sekaligus mengidentifikasi kendala yang masih perlu diperbaiki dalam tahap pengembangan. 

Uji coba melibatkan seorang guru tunarungu, Rachmat Rasyid, serta dua siswa penyandang tunarungu, Gadiza Nurma Novianty dan Naufal sebagai pengguna. Pada kegiatan tersebut, pengguna mencoba fitur penerjemahan gerakan tangan menjadi teks dan suara serta memberikan masukan mengenai kemudahan penggunaan dan pengembangan aplikasi. 

Screenshot_20260911_173520_WPS Office.jpg

Rachmat Rasyid menyampaikan respons positif terhadap manfaat yang ditawarkan AmertaSign. Menurutnya, aplikasi tersebut dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang belum memahami bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan teman tuli atau tunarungu, serta diharapkan dapat membantu menciptakan komunikasi tanpa batas.

"Ini sangat membantu bagi teman-teman penyandang tunarungu," katanya, Jumat 11/9.

Sementara itu, dosen pembimbing Chyquitha Danuputri, S.Kom., M.Kom, mengatakan, melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, program studi, dan fakultas, tim AmertaSign terus melakukan penyempurnaan aplikasi. Perolehan HKI dan dukungan penuh lingkungan akademik menjadi pijakan bagi tim untuk mengembangkan AmertaSign sebagai solusi teknologi asistif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi komunikasi yang lebih mudah, mandiri, dan inklusif bagi penyandang tunarungu.(***)

Nama

Komentar

Berita Serupa yang Mungkin Anda Suka

Berita Terbaru